Pada awal tahun ini, para ilmuwan mampu mendeteksi tabrakan yang terjadi antara dua lubang hitam. Peristiwa ini memberikan wawasan baru tentang alam semesta dan mengonfirmasi teori yang sudah lama diajukan oleh tokoh-tokoh fisika terkenal.
Deteksi ini terjadi berkat penggunaan instrumen high-tech yang memiliki sensitivitas tinggi, sehingga mampu menangkap gelombang gravitasi yang dihasilkan selama tabrakan kedua lubang hitam tersebut.
Penemuan Terkini yang Mengungkap Misteri Alam Semesta
Peristiwa yang dikenal dengan nama GW250114 ini teramati berkat observatorium LIGO, yang terletak di dua lokasi berbeda di Amerika Serikat. Gelombang gravitasi yang terdeteksi memberikan informasi penting tentang proses penggabungan ini, di mana dua lubang hitam hancur dan membentuk satu lubang hitam baru.
Kedua lubang hitam tersebut memiliki massa masing-masing antara 30 hingga 35 kali massa Matahari. Mereka bertabrakan dan menghasilkan lubang hitam dengan massa sekitar 63 kali massa Matahari, serta berputar pada kecepatan yang sangat tinggi setelah peristiwa tersebut.
Penemuan ini menandai langkah signifikan dalam memahami lubang hitam dan dinamikanya. Perubahan antara kondisi awal dan akhir selama tabrakan memberikan wawasan lebih dalam tentang perilaku materi dalam kondisi ekstrem.
Kontribusi Teori Relativitas Terhadap Penemuan Ini
Gelombang gravitasi pertama kali diprediksi oleh Albert Einstein lebih dari seratus tahun yang lalu melalui teori relativitas umumnya. Meski Einstein tidak percaya bahwa gelombang ini bisa terdeteksi, penemuan modern dengan instrumen yang lebih canggih membuktikan sebaliknya.
Pada tahun 2015, LIGO berhasil mendeteksi gelombang gravitasi untuk pertama kalinya, yang membawa dampak besar bagi fisika. Dengan teknik yang semakin berkembang, ilmuwan kini dapat melihat detail-detail yang sebelumnya tidak mungkin teramati.
Observasi terbaru ini menunjukkan bahwa gelombang gravitasi dapat menggambarkan informasi penting mengenai massanya dan perilaku rotasi lubang hitam. Dengan begitu, para peneliti mampu memahami karakteristik fisik lubang hitam yang terbentuk dari tabrakan tersebut.
Mengonfirmasi Teori Fisika yang Sudah Ada Selama Ini
Selain memberikan informasi baru tentang lubang hitam, penemuan ini juga mengonfirmasi dua prediksi utama dalam fisika teori. Pertama, Roy Kerr mengemukakan bahwa lubang hitam dapat dijelaskan hanya melalui dua parameter: massa dan kecepatan rotasinya.
Dengan melakukan analisis terhadap gelombang gravitasi yang dipancarkan, ilmuwan bisa mengukur dan menganalisis dinamika lubang hitam tersebut. Penemuan ini merupakan langkah besar dalam mendalami struktur lubang hitam dan konteks ruang-waktu di sekitarnya.
Teori kedua yang terkonfirmasi berasal dari Stephen Hawking. Menurut teori ini, luas permukaan lubang hitam yang terbentuk tidak akan hilang, tetapi selalu sama atau bertambah. Penemuan ini memberikan kejelasan yang lebih baik atas hukum termodinamika yang menurut Hawking juga berlaku untuk lubang hitam.















