Kaspersky mengungkapkan bahwa pada tahun 2025, hampir setengah dari semua email yang dikirim akan berisi spam, mencapai 44,99 persen dari total lalu lintas global. Bukan hanya pesan yang tidak diinginkan, tetapi juga akan ada ancaman serius seperti penipuan, phishing, dan malware yang menyaru dalam email tersebut.
Peningkatan ini mencerminkan adanya lebih dari 144 juta lampiran email berbahaya yang beredar, menunjukkan peningkatan sekitar 15% dari tahun sebelumnya. Hal ini menggambarkan tantangan yang semakin besar bagi individu dan perusahaan untuk melindungi diri dari berbagai ancaman tersebut.
Dengan adanya ancaman ini, penting untuk menyadari risiko yang datang melalui email dan langkah-langkah yang bisa diambil untuk melindungi diri. Penggunaan teknologi yang tepat menjadi krusial dalam menjaga keamanan informasi.
Data dan Statistik Mengenai Email Berbahaya pada 2025
Pada tahun yang dijangkakan, Asia Pasifik diperkirakan akan menjadi wilayah dengan tingkat deteksi antivirus email tertinggi, mencapai 30%. Selanjutnya, Eropa menyusul dengan angka 21%, menunjukkan bahwa ancaman ini tidak mengenal batas geografis.
Amerika Latin dan Timur Tengah masing-masing mencatatkan 16% dan 15% untuk tingkat email berbahaya yang terdeteksi. Sementara itu, Rusia dan CIS serta Afrika berada pada posisi 12% dan 6%.
China menempati posisi tertinggi dalam hal lampiran berbahaya, dengan deteksi mencapai 14%. Negara lain seperti Rusia, Meksiko, Spanyol, dan Turki juga menunjukkan angka yang signifikan dalam hal ancaman email.
Taktik Penipuan Yang Digunakan oleh Penyerang Cyber
Sejumlah tren dalam metode spam dan phishing diidentifikasi, seperti penggunaan berbagai saluran komunikasi untuk menjebak korban. Penyerang sering mengalihkan pengguna untuk berkomunikasi melalui aplikasi pesan instan atau bahkan nomor telepon palsu.
Salah satu contoh yang nyata adalah ketika penipuan investasi mengarahkan korban ke situs web yang tidak aman, di mana mereka diminta mengisi informasi pribadi, sebelum penyerang menindaklanjutinya melalui telepon. Taktik ini menunjukkan harmonisasi antara berbagai metode penipuan yang semakin kompleks.
Penyerang juga sering memperoleh keuntungan dari teknik penghindaran canggih dengan menyamarkan URL yang berbahaya. Mereka menggunakan layanan perlindungan tautan dan bahkan kode QR yang sering disematkan dalam email atau lampiran PDF, memanfaatkan kerentanan di perangkat seluler.
Strategi Memperkuat Keamanan Email untuk Melawan Ancaman
Adapun langkah-langkah yang dapat dilakukan untuk memperkuat keamanan email meliputi pelatihan dan pendidikan bagi karyawan mengenai cara mengenali email yang mencurigakan. Kesadaran dan pengetahuan yang baik dapat membantu mengurangi risiko tertipu oleh penyerang.
Penerapan perangkat lunak keamanan yang efektif untuk memindai email berbahaya juga merupakan tindakan penting. Dengan alat yang tepat, pengguna dapat melindungi data sensitif mereka dari ancaman yang tak terduga.
Penting juga untuk memantau dan mengaudit email secara berkala agar bisa mendeteksi aktivitas yang mencurigakan. Langkah proaktif ini dapat menjadi kunci dalam menangkal efek dari serangan yang mungkin terjadi.
















