Potensi gempa dahsyat akibat ‘pecahnya’ zona megathrust masih menghantui sejumlah wilayah di Indonesia. Meskipun belum ada kejadian tsunami, ancaman dari gempa berkekuatan signifikan tetap menjadi perbincangan hangat di kalangan masyarakat dan ilmuwan.
Gempa megathrust kembali mendapatkan perhatian setelah sebuah peristiwa mengguncang Pacitan dengan kekuatan magnitudo 6,2. Fenomena ini mengingatkan kita akan betapa rentannya wilayah kita terhadap bencana geologi yang dapat muncul kapan saja.
Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa yang terjadi di Pacitan memiliki mekanisme megathrust. Ini adalah jenis gempa yang muncul dari subduksi lempeng tektonik dengan pergerakan naik (thrusting) pada kedalaman dangkal.
“Gempa Pacitan ini termasuk dalam kategori megathrust, yang tergambar dari mekanismenya berupa pergerakan naik dengan kedalaman dangkal,” jelas Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG. Meskipun tidak memicu tsunami, kejadian ini mengingatkan bahwa zona megathrust di Indonesia menyimpan potensi energi besar yang dapat dilepaskan sewaktu-waktu.
Wilayah Indonesia terletak di jalur pertemuan lempeng tektonik yang membuatnya dikelilingi banyak titik zona megathrust. Menariknya, jumlah zona ini kini terdeteksi bertambah banyak dibandingkan data sebelumnya.
Zona Megathrust di Indonesia dan Penambahannya
Menurut penelitian terbaru yang dirilis dalam Peta Sumber dan Bahaya Gempa Indonesia tahun 2024, saat ini terdapat total 14 zona megathrust yang dapat memicu gempa besar dan tsunami. Peningkatan jumlah zona ini menunjukkan perhatian yang lebih besar terhadap risiko seismik di Indonesia.
Dibandingkan dengan data tahun 2017 yang mencatat 13 segmen, dan 11 segmen pada tahun 2010, peningkatan ini mencerminkan perubahan signifikan dalam pemahaman kita mengenai geologi kawasan ini. Para ahli melakukan evaluasi berdasarkan publikasi ilmiah dari tahun 2017 hingga 2024.
Dari hasil kajian tersebut, terdapat 11 segmen megathrust yang secara langsung berada di wilayah Indonesia. Sementara itu, terdapat tiga segmen tambahan di Filipina yang berpotensi memberikan dampak signifikan bagi Indonesia.
Pembaruan yang dilakukan mencukupi penambahan zona baru dan pemutakhiran potensi magnitudo pada segmen yang sudah ada. “Sebanyak tujuh segmen megathrust mengalami pembaruan data, di mana potensi magnitudo maksimum diperbaharui,” tutur para ilmuwan.
Salah satu penambahan yang mencolok dalam peta terbaru adalah zona megathrust Cotabato Trench. Meskipun berada di Filipina, zona ini berpotensi mengakibatkan dampak di Kepulauan Talaud, Indonesia bagian utara.
Menelisik Potensi Kekuatan Gempa Megathrust
Data terkini menunjukkan bahwa beberapa segmen mengalami peningkatan estimasi kekuatan gempa yang signifikan. Misalnya, zona megathrust Mentawai-Pagai menunjukkan kenaikan potensi magnitudo maksimal dari 8,5 (2017) menjadi 8,9 di pembaruan tahun 2024.
Di sisi lain, zona megathrust Sulawesi Utara juga menunjukkan peningkatan kekuatan cukup mencolok dari magnitudo 7,9 menjadi 8,5. Hal ini menunjukkan bahwa pemantauan dan penelitian lebih lanjut terkait karakteristik seismik lokal menjadi sangat penting.
Sampai saat ini, zona megathrust yang tercatat menyimpan potensi kekuatan paling besar adalah segmen Aceh-Andaman, yang bisa mencapai potensi gempa hingga magnitudo 9,2. Sementara zona megathrust Jawa menempati posisi kedua dengan potensi 9,1.
Peningkatan estimasi magnitudo di berbagai zona ini mempertegas urgensi untuk melakukan pengamatan dan penelitian berkelanjutan terkait karakteristik seismik pada tingkat lokal. Hal ini juga menjadi indikator penting bagi langkah-langkah mitigasi bencana di masa mendatang.
Rekapitulasi Zona Megathrust dan Potensinya di Indonesia
Berikut adalah daftar lengkap 14 zona megathrust beserta potensi magnitudo maksimalnya menurut Peta Sumber dan Bahaya Gempa Indonesia tahun 2024. Pengetahuan ini sangat penting bagi masyarakat dan pemerintah dalam merencanakan langkah mitigasi seismik.
– Zona megathrust Aceh-Andaman: Potensi magnitudo maksimal 9,2.
– Zona megathrust Nias-Simelue: Potensi magnitudo maksimal 8,7.
– Zona megathrust Batu: Potensi magnitudo maksimal 7,8.
– Zona megathrust Mentawai-Siberut: Potensi magnitudo maksimal 8,9.
– Zona megathrust Mentawai-Pagai: Potensi magnitudo maksimal 8,9.
– Zona megathrust Enggano: Potensi magnitudo maksimal 8,9.
– Zona megathrust Jawa: Potensi magnitudo maksimal 9,1.
– Zona megathrust Jawa bagian barat: Potensi magnitudo maksimal 8,9.
– Zona megathrust Jawa bagian timur: Potensi magnitudo maksimal 8,9.
– Zona megathrust Sumba: Potensi magnitudo maksimal 8,9.
– Zona megathrust Sulawesi Utara: Potensi magnitudo maksimal 8,5.
– Zona megathrust Palung Cotobato: Potensi magnitudo maksimal 8,3.
– Zona megathrust Filipina Selatan: Potensi magnitudo maksimal 8,2.
– Zona megathrust Filipina Tengah: Potensi magnitudo maksimal 8,1.
Memahami potensi gempa yang menyelimuti Indonesia menjadi sangat krusial. Masyarakat perlu memperhatikan informasi terbaru dan menerapkan langkah-langkah mitigasi demi keselamatan bersama.















