Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) baru-baru ini menggelar audiensi yang dihadiri oleh berbagai perwakilan industri gim daring. Pertemuan ini bertujuan untuk membahas langkah-langkah penguatan industri, terutama dalam hal perlindungan anak dan moderasi konten yang beredar di platform digital.
Pertemuan tersebut berlangsung di Kantor Komdigi, Jakarta Pusat, pada 13 November, dan dihadiri oleh lebih dari 20 publisher lokal dan global. Para peserta, antara lain, termasuk asosiasi game dan penerbit terkenal, yang menunjukkan komitmen mereka terhadap regulasi dan keamanan di industri.
Isu mengenai ruang digital, termasuk gim daring, menjadi perhatian penting pemerintah dan masyarakat. Hal ini mendorong perlunya tindakan cepat yang terukur, serta membuka dialog agar ekosistem digital tetap aman dan tidak menghambat inovasi, sesuai pernyataan Dirjen Pengawasan Ruang Digital Komdigi.
Pentingnya Perlindungan Anak dalam Konten Digital
Pemerintah menyadari bahwa keterlibatan anak-anak dalam platform digital semakin meningkat. Oleh karena itu, penguatan regulasi terkait konten yang diakses oleh anak sangat penting untuk memastikan keselamatan mereka. Dalam audiensi ini, para publisher gim menyampaikan pentingnya kerjasama untuk menerapkan peraturan yang ada.
Aplikasi dari Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Perlindungan Anak menjadi salah satu fokus, termasuk pengelolaan sistem elektronik yang bertanggung jawab. Pihak industri berkomitmen untuk mendukung klasifikasi usia, moderasi konten, dan pendidikan bagi orang tua terkait penggunaan gim yang sehat.
Regulasi tersebut diharapkan dapat memberikan batasan yang jelas mengenai akses anak terhadap konten tertentu. Ini menegaskan perlunya kebijakan bersama untuk menciptakan keseimbangan antara kebebasan berekspresi dan perlindungan yang diperlukan untuk anak-anak di dunia digital.
Kolaborasi antara Pemerintah dan Pelaku Industri
Selama audiensi, dihasilkan kesepakatan mengenai harmonisasi aturan untuk meningkatkan proses kepatuhan bagi semua pihak. Kolaborasi antara pemerintah dan pelaku industri dianggap penting untuk memastikan bahwa aturan yang ditetapkan dapat dipatuhi dengan baik. Harmonisasi ini diharapkan akan menghilangkan kebingungan terkait regulasi yang kompleks.
Kesiapan para pelaku industri untuk terlibat aktif dalam literasi digital juga menjadi sorotan. Mereka berkomitmen untuk membantu meningkatkan pemahaman orang tua dan anak-anak tentang penggunaan gim yang aman dan bertanggung jawab. Hal ini menciptakan lingkungan yang sehat bagi para pengguna di dunia digital.
Alex, selaku Dirjen Pengawasan Ruang Digital, menjelaskan bahwa integrasi peraturan dan klasifikasi gim adalah langkah kunci untuk perlindungan anak. Semua platform perlu memiliki pedoman konsisten yang mampu diterapkan secara efektif untuk menjaga anak-anak dari konten yang berisiko.
Menyusun Rencana Tindak Lanjut untuk Moderasi Konten
Komdigi juga memaparkan rencana untuk melakukan tindakan lebih lanjut setelah pertemuan tersebut. Rapat teknis berikutnya akan diselenggarakan untuk membahas penyusunan roadmap moderasi konten gim daring serta pembaruan modul literasi digital. Rencana ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan orang tua dan anak dalam menghadapi tantangan di ruang digital.
Pembentukan kelompok kerja bersama untuk menyinkronkan kebijakan juga menjadi bagian dari rencana tindak lanjut. Langkah-langkah ini diharapkan bisa memberikan panduan yang jelas bagi pelaku industri dan menciptakan interaksi yang berlangsung secara positif antara pemerintah, industri, dan masyarakat.
Melalui inisiatif ini, diharapkan ada kesadaran yang lebih baik mengenai pentingnya penggunaan platform digital dengan bijak. Kolaborasi adalah kata kunci dalam menciptakan lingkungan digital yang aman bagi anak, serta menjaga inovasi yang berdampak positif di masyarakat.















