Dalam dunia teknologi pendidikan, peran perangkat keras dan perangkat lunak sangat penting. Chromebook, sebagai salah satu produk yang banyak digunakan, menjadi sorotan dalam sejumlah diskusi mengenai implementasi teknologi di sekolah-sekolah.
Google, sebagai penyedia sistem operasi ChromeOS, menjelaskan posisi dan perannya dalam ekosistem ini. Mereka memperjelas bahwa mereka tidak bertanggung jawab atas produksi atau penjualan perangkat Chromebook.
Penjelasan ini semakin penting mengingat fokus utama Google adalah memberikan lisensi dan dukungan kepada mitra mereka dalam mendistribusikan perangkat berbasis ChromeOS.
Menelusuri Peran Google dalam Pasar Chromebook di Indonesia
Google menegaskan bahwa mereka tidak terlibat dalam penetapan harga atau pengadaan Chromebook. Sebaliknya, proses pengadaan sepenuhnya dikelola oleh produsen peralatan asli yang bekerja sama dengan para mitra lokal.
Hal ini memungkinkan Kementerian Pendidikan untuk memiliki kendali penuh dan transparansi dalam pengadaan perangkat keras. Dengan cara ini, diharapkan pengadaan dapat dilakukan secara kompetitif.
Petersaran Google juga menunjukkan bahwa mereka tidak memberikan imbalan atau komunikasi yang berpotensi menimbulkan konflik kepentingan dengan pejabat pemerintah.
Pernyataan Google Terkait Investasi di Gojek dan Dampaknya
Keterkaitan investasi Google di Gojek sempat menjadi isu, terutama ketika menyangkut pengadaan Chromebook. Google membantah anggapan bahwa investasi ini memiliki hubungan langsung dengan pengadaan perangkat di Kementerian Pendidikan.
Mereka menjelaskan bahwa investasi tersebut dilakukan jauh sebelum Nadiem Makarim menjabat sebagai Menteri Pendidikan. Oleh karena itu, tidak ada alasan untuk menghubungkan kedua hal tersebut secara langsung.
Dalam proses pengadaan yang sedang berlangsung, Google menyatakan bahwa fokus mereka tetap pada peningkatan lanskap pendidikan tanpa adanya politisasi yang dapat merugikan sistem pendidikan itu sendiri.
Penggunaan Chromebook Sebagai Media Pembelajaran di Sekolah
Hebatnya, Chromebook telah digunakan oleh jutaan siswa dan pendidik di seluruh dunia, termasuk di Indonesia. Lebih dari 80.000 sekolah di tanah air memanfaatkan perangkat ini untuk memaksimalkan proses pembelajaran.
Chromebook dirancang untuk penggunaan yang maksimal meski dengan internet terbatas. Pengguna masih bisa mengelola dokumen dan aplikasi dalam mode offline.
Inovasi yang ada dalam Chromebook memang menunjukkan potensi untuk meningkatkan efektivitas pembelajaran digital, sebagai solusi pendidikan yang lebih terjangkau dan praktis bagi banyak sekolah.














