Kementerian Ekonomi Kreatif kembali menegaskan komitmennya dalam memperkuat ekosistem industri gim nasional dengan langkah-langkah strategis. Melalui kebijakan dan regulasi yang berpihak pada pelaku industri, kementerian berusaha menciptakan lingkungan yang lebih baik untuk pertumbuhan dan inovasi.
Menekankan pentingnya penyusunan kebijakan berbasis data, MenEkraf Teuku Riefky Harsya menyatakan bahwa arah pengembangan industri akan menjadi lebih tepat sasaran. Ini menjadi sebuah titik awal bagi pelaku industri untuk mengemukakan ide dan strategi yang dapat meningkatkan potensi pasar di Indonesia.
Di pasar gim, Indonesia selalu menunjukkan performa yang mengesankan, konsisten berada di posisi teratas di kawasan Asia Tenggara. Dengan lebih dari 150 juta pemain yang didominasi oleh platform mobile, nilai pasar industri gim nasional diperkirakan mencapai sekitar USD 1,7 hingga 1,9 miliar.
“Angka tersebut menjadikan Indonesia sebagai pasar gim terbesar di Asia Tenggara serta menduduki peringkat ke-15 di dunia,” kata Teuku Riefky dengan penuh percaya diri. Ini mencerminkan betapa besar potensi yang dimiliki oleh industri gim di tanah air.
Inisiatif KemenEkraf untuk Berkembangnya Industri Gim di Indonesia
Kebijakan yang digagas oleh KemenEkraf bertujuan untuk menciptakan ruang yang aman dan inovatif bagi para pelaku industri. Langkah pertama adalah menyediakan platform bagi pengusaha gim untuk berbagi pengalaman dan tantangan yang mereka hadapi di lapangan.
Selain itu, kementerian berupaya untuk menyusun program-program pelatihan yang mendukung peningkatan keterampilan bagi para pengembang gim lokal. Dengan demikian, diharapkan dapat tercipta produk-produk berkualitas yang mampu bersaing di tingkat internasional.
Partisipasi aktif dalam acara-acara internasional juga menjadi fokus utama, seperti keikutsertaan Indonesia dalam event Gamescom 2025 yang diadakan di Cologne, Jerman. Moment ini akan dimanfaatkan untuk memperkenalkan keunikan budaya dan inovasi lokal kepada pasar global.
Menghadapi Tantangan di Pasar Gim Global
Meskipun mencatatkan pertumbuhan yang signifikan, industri gim di Indonesia masih menghadapi berbagai tantangan. Salah satunya adalah persaingan yang ketat dengan produsen gim dari luar negeri yang memiliki pengalaman dan infrastruktur lebih baik.
Selain itu, pelaku industri juga dihadapkan pada kebutuhan untuk terus berinovasi agar dapat memenuhi permintaan pasar yang terus berubah. Untuk itu, kolaborasi antara pemerintah dan sektor swasta menjadi sangat penting untuk menciptakan solusi yang efektif.
KemenEkraf berusaha menjawab tantangan tersebut dengan menghadirkan berbagai kebijakan yang mendukung peningkatan daya saing. Misalnya, memberikan insentif bagi perusahaan yang melakukan R&D (Research and Development) maupun investasi di sektor ini.
Peran Data dan Riset dalam Kebijakan Ekonomi Kreatif
Dalam era digital saat ini, data merupakan aset berharga yang dapat membantu dalam pengambilan keputusan. Dengan mengumpulkan informasi akurat mengenai perilaku pengguna dan tren pasar, KemenEkraf bisa merumuskan kebijakan yang lebih tepat.
Kebijakan berbasis data juga memerlukan partisipasi aktif dari pelaku industri untuk memberikan feedback yang konstruktif. Pendapat mereka bisa membantu pemerintah memahami arah perkembangan yang diinginkan oleh masyarakat dalam hal gim.
Untuk mendukung hal ini, kementerian juga berencana melakukan survei dan riset yang rutin untuk mengevaluasi perkembangan industri gim. Hasil dari riset ini nantinya diharapkan dapat menjadi bahan referensi dalam penyusunan kebijakan yang lebih baik.















