Perkembangan teknologi, terutama smartphone, membawa perubahan signifikan dalam perilaku pengguna di seluruh dunia. Di Indonesia, tren pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) mengalami lonjakan yang patut dicatat, menambah kompleksitas cara orang berinteraksi dengan teknologi.
Fenomena ini diungkapkan oleh Associate Director Kantar Indonesia, Ummu Hani, yang menyoroti peningkatan penggunaan AI di kalangan masyarakat. Dalam seminar yang berlangsung di Jakarta, Hani menjelaskan seberapa besar pengaruh AI dalam membantu kreativitas dan penguasaan keterampilan di kalangan pengguna.
Menurutnya, meskipun penggunaan AI seringkali dianggap negatif, di Indonesia, fenomena ini justru diolah menjadi sesuatu yang positif. AI digunakan sebagai alat bantu dalam mengeksplorasi ide-ide baru untuk meningkatkan produktivitas dan kreativitas di berbagai bidang.
Pentingnya Kecerdasan Buatan dalam Meningkatkan Kreativitas di Indonesia
Dari data yang diperoleh, terlihat bahwa kreativitas pengguna AI di Indonesia sangat berorientasi pada produktivitas. Berbagai tujuan, seperti pembuatan konten dan peningkatan keterampilan, mengindikasikan bahwa masyarakat memanfaatkan AI dengan bijak untuk menggali potensi diri.
“Kreativitas pengguna dalam menggunakan AI bukan sekadar untuk hiburan semata, tetapi menjangkau hal-hal yang lebih berguna,” lanjut Hani. Dalam konteks ini, AI menjadi mitra strategis untuk mencapai tujuan profesional dan pribadi dalam hidup mereka.
Hal menarik lainnya adalah perbedaan motivasi yang ada antara Generasi Z dan Milenial dalam memakai AI. Masing-masing generasi memiliki pendekatan dan sasaran yang berbeda, meskipun keduanya memberikan dampak positif pada pengembangan diri.
Perbedaan Pendekatan Gen-Z dan Milenial dalam Memanfaatkan AI
Gen Z cenderung menggunakan AI untuk memperkuat citra diri dan menciptakan informasi dengan cepat. Dalam hal ini, mereka sangat akrab dengan teknologi dan bertujuan untuk memanfaatkannya dalam kehidupan sehari-hari mereka.
Sementara itu, Milenial fokus pada peningkatan keterampilan dalam satu bidang yang telah dipilih. Mereka lebih strategis dalam penggunaan AI dan cenderung mengarah pada pengembangan karier yang lebih dalam dan spesifik.
Dengan kata lain, walaupun hasil akhir dari pemanfaatan AI mungkin sama yaitu untuk menuju ke tingkat yang lebih baik, cara dan tujuan masing-masing generasi jelas berbeda. Hal ini menciptakan dinamika yang menarik dalam pelaksanaan strategi penggunaan teknologi.
Dampak Pengenalan AI Multi-Modal di Galaxy S24 Series oleh Samsung
Berdasarkan paparan dari Ilham Indrawan, MX Product Marketing Senior Manager Samsung Electronic Indonesia, terdapat dampak positif dari peluncuran fitur AI Multi-Modal pada Galaxy S24 series. Penggunaan fitur ini catatannya melonjak, dan berdampak besar bagi perilaku konsumen.
“Masyarakat mulai merasakan perubahan signifikan dalam gaya hidup sehari-hari mereka,” ungkap Ilham. Penggunaan AI ini tidak hanya mempermudah akses informasi, tetapi juga mengubah cara mereka menyelesaikan berbagai aktivitas harian.
Ilham menekankan bahwa transformasi pola perilaku tersebut adalah hasil inovasi teknologi terkini, yang membuat aktivitas sehari-hari menjadi lebih efisien. Hal ini menandakan bahwa masyarakat siap beradaptasi dengan perkembangan teknologi.
















