Pada Jumat, 5 Desember 2025, sejumlah layanan mengalami gangguan besar akibat masalah yang terjadi pada Cloudflare. Banyak pengguna yang melaporkan kesulitan dalam mengakses platform seperti LinkedIn, Canva, dan Zoom, sehingga mengganggu aktivitas mereka secara signifikan.
Ini bukan pertama kalinya Cloudflare terjebak dalam masalah serupa. Kejadian ini mengikuti insiden besar lainnya yang terjadi pada pertengahan bulan lalu, menambah daftar kerugian reputasi bagi penyedia layanan internet tersebut.
Mereka menyampaikan permintaan maaf terbuka dalam sebuah deklarasi resmi. Dalam pernyataannya, Cloudflare menyadari bahwa setiap gangguan dapat mengecewakan pengguna, dan mereka berkomitmen untuk memperbaiki masalah tersebut di masa depan.
Detail dan Penyebab Gangguan Layanan Cloudflare Terbaru
Gangguan pada hari Jumat itu disebabkan oleh penyesuaian yang dilakukan pada sistem keamanan mereka, khususnya pada firewall. Hal ini bertujuan untuk melindungi pengguna dari kerentanan perangkat lunak yang baru saja terdeteksi, dan bukan karena adanya serangan siber.
Pada saat kejadian, sekitar 28 persen lalu lintas jaringan yang menggunakan Cloudflare mengalami masalah. Gangguan tersebut berlangsung selama setengah jam, yang cukup lama untuk menimbulkan efek domino di berbagai platform.
Meski berdampak kecil dibandingkan insiden sebelumnya, namun tetap saja ini menjadi perhatian serius. Beberapa layanan, seperti pialang saham dan alat kolaborasi daring pun terpukul, menambah kesedihan pengguna yang mengandalkan platform tersebut untuk bekerja.
Perbandingan dengan Insiden Sebelumnya di Bulan November
Kejadian pada bulan November lalu jauh lebih dramatis, melibatkan sejumlah layanan besar seperti X dan Spotify. Kegagalan tersebut disebabkan oleh masalah teknis pada sistem karena file konfigurasi yang mulai melampaui ukuran yang diharapkan.
Gangguan besar ini menjadikan Cloudflare sebagai sorotan, terutama karena sejumlah game multipemain yang juga terdampak. Bagi banyak pengguna, situasi ini sangat frustasi dan mengakibatkan banyak kerugian bagi mereka.
Perusahaan saat itu mengakui bahwa kesalahan manusia berkontribusi pada kerusakan. Mereka harusnya lebih cermat dalam mengelola lalu lintas ancaman di jaringan mereka agar tidak mengganggu layanan secara keseluruhan.
Respon dari Pengguna dan Pasar Terhadap Gangguan Ini
Respon pengguna terhadap gangguan baru-baru ini sudah mulai bermunculan, dengan banyak yang mengekspresikan ketidakpuasan mereka di media sosial. Beberapa dari mereka mempertanyakan apakah Cloudflare masih bisa diandalkan setelah mengalami serangkaian masalah sebanyak ini.
Pihak Downdetector mencatat lebih dari 4.500 laporan masalah terkait Cloudflare setelah layanan mereka kembali beroperasi. Angka ini menunjukkan seberapa besar dampak dari gangguan tersebut di kalangan pengguna.
Mengingat situasi yang berulang ini, beberapa perusahaan kini mulai mempertimbangkan kembali pilihan layanan yang mereka gunakan. Mereka ingin memastikan bahwa infrastruktur mereka tetap stabil dan dapat diakses dalam kondisi apapun.













