Kementerian Komunikasi dan Digital baru-baru ini telah mengumumkan sikap barunya mengenai pembangunan digital di Indonesia. Konsep ini, yang dikenal dengan nama Terhubung, Tumbuh, Terjaga (T3), tidak hanya berfungsi sebagai slogan, tetapi sebagai fondasi bagi visi digital yang lebih luas dan terstruktur untuk masa depan.
Diberitakan oleh Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, inisiatif ini akan menjadi panduan utama dalam Rencana Strategis Kemkomdigi untuk periode 2025 hingga 2029. Dalam kelanjutannya, mekanisme yang ada di dalam program ini bertujuan untuk memfasilitasi konektivitas yang merata di seluruh wilayah Indonesia.
Meutya mengungkapkan bahwa T3 akan memastikan tidak hanya koneksi yang cepat, tetapi juga memperkuat ekosistem digital sehingga memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Melalui kebijakan ini, diharapkan akan terjadi lonjakan pertumbuhan ekonomi yang berbasis pada inovasi dan internet yang aman.
Memahami Pilar Utama T3 dalam Pembangunan Digital
Pilar pertama dalam konsep T3 adalah “Terhubung”. Pilar ini bertujuan untuk memperluas akses internet yang terjangkau, terutama bagi daerah-daerah terpencil. Dengan demikian, masyarakat di semua pelosok negeri dapat menikmati layanan digital yang sama dengan masyarakat di kawasan urban.
Pilar kedua, “Tumbuh”, berfokus pada pengembangan talenta digital yang mampu menciptakan inovasi baru. Pemerintah berkomitmen untuk membekali generasi muda Indonesia dengan keterampilan yang diperlukan untuk bersaing di pasar global yang semakin kompetitif.
Pilar ketiga, “Terjaga”, menekankan pentingnya perlindungan data pribadi dan ruang digital yang aman. Hal ini mencakup upaya penanganan konten berbahaya dan tindakan penipuan digital yang kian marak di dunia maya.
Transformasi Kebijakan Digital yang Terkelola dan Terkolaborasi
Kemkomdigi bertekad untuk menjalani peran sebagai orkestrator dari seluruh kebijakan digital yang ada. Ini berarti, implementasi kebijakan akan dilakukan secara serasi antara pemerintah pusat dan daerah untuk mencapai tujuan yang lebih besar.
Melibatkan berbagai kalangan, kolaborasi menjadi aspek penting dalam pelaksanaan program ini. Kemkomdigi akan bekerja sama dengan sektor industri, operator, UMKM, akademisi, dan startup untuk memastikan pertukaran inovasi yang efisien.
“Keberhasilan transformasi digital tidak bisa hanya ditangani oleh pemerintah. Sinergi antara semua unsur masyarakat adalah kunci untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan,” tegas Meutya.
Meningkatkan Keamanan Digital: Fokus pada Perlindungan Anak
Pentingnya perlindungan anak di dunia digital merupakan perhatian utama bagi pemerintah. Berbagai aturan dan kebijakan, termasuk PP TUNAS, telah disusun untuk menciptakan lingkungan yang lebih aman bagi pengguna muda.
Perlindungan data pribadi serta penguatan pusat pengawasan juga menjadi bagian dari agenda pemerintah. Ini penting untuk menghindari penyalahgunaan informasi dan memastikan anak-anak terlindungi dari konten berbahaya yang ada di internet.
Di global, banyak negara seperti Australia dan yang lain mulai menerapkan kebijakan yang membatasi akses digital bagi anak-anak. Hal ini adalah langkah proaktif untuk memastikan bahwa generasi mendatang memiliki pengalaman digital yang aman.















