Fenomena hujan es yang terjadi di Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, menarik perhatian banyak orang. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika memberikan penjelasan mengenai penyebab di balik kejadian yang cukup langka ini.
Hujan es terjadi ketika butiran es terbentuk dalam awan cumulonimbus, yang sering kali terjadi pada cuaca panas. Dalam kondisi tertentu, es ini akan mencair sebelum mencapai permukaan tanah, yang menyebabkan fenomena ini cukup jarang terjadi di wilayah tersebut.
Menurut laporan, masyarakat tidak perlu merisaukan kunjungan fenomena ini. Meskipun memberikan rasa keingintahuan, ia tetap bersifat lokal dan terbilang aman bagi penduduk sekitar.
Penjelasan Ilmiah mengenai Fenomena Hujan Es
Prakirawan meteorologi setempat menjelaskan bahwa hujan es memang dapat diuraikan secara ilmiah. Hal ini terbukti dengan faktor-faktor yang dapat memicu pembentukan es dalam awan, meskipun terbilang tidak umum di kawasan tersebut.
“Ketidakstabilan atmosfer saat itu menjadi salah satu penyebab utama,” ungkap salah satu pakar. Kondisi ini menciptakan lingkungan yang cukup dingin sehingga es dapat tetap terbentuk saat turun ke bumi.
Dengan durasi yang singkat, fenomena ini terpantau hanya di satu lokasi, berlangsung kurang lebih selama satu jam. Dalam rentang waktu tersebut, awan cumulonimbus beraktivitas aktif, memproduksi es yang cukup signifikan.
Masyarakat dan Gambaran Potensi Zat Berbahaya
Ada kekhawatiran di kalangan masyarakat tentang kemungkinan zat berbahaya yang dapat terbawa oleh hujan es. Para ahli menjelaskan bahwa ini memang bisa terjadi jika awan terbentuk dekat area industri.
Namun, mereka juga menegaskan bahwa situasi semacam itu sangat jarang terjadi di Kotim. Oleh karena itu, masyarakat dapat merasa aman meskipun tetap disarankan untuk waspada saat cuaca tampak tidak stabil.
Masyarakat juga disarankan untuk memperhatikan perubahan cuaca, terutama ketika terlihat awan cumulonimbus atau potensi terjadinya hujan lebat disertai angin kencang.
Prakiraan Cuaca dan Fenomena yang Mungkin Terjadi Selanjutnya
Kedepannya, prakiraan cuaca menunjukkan kemungkinan hujan ringan hingga sedang. Meski demikian, kondisi cerah berawan masih akan mendominasi langit wilayah tersebut dalam beberapa hari ke depan.
Guna menjawab apakah fenomena hujan es akan kembali terjadi, ahli cuaca mengatakan bahwa kesempatan itu sangat kecil. Hujan es cenderung terjadi hanya dalam kondisi atmosfer yang sangat tidak stabil.
Meski begitu, pemantauan terhadap dinamika cuaca harus tetap dilakukan. Dengan demikian, masyarakat bisa lebih siap menghadapi kemungkinan cuaca ekstrem yang tiba-tiba muncul.













