Telkom telah melakukan langkah strategis untuk meningkatkan performa bisnisnya dengan melakukan pemisahan aset yang berhubungan dengan fiber optik melalui PT Telkom Infrastruktur Indonesia (Infranexia). Harapan besar diletakkan pada entitas baru ini untuk mengejar dan bahkan mengimbangi pendapatan yang dihasilkan oleh Telkomsel, yang saat ini menjadi lumbung pendapatan utama bagi perusahaan.
Dalam konferensi pers yang diadakan di Telkom Landmark Tower, Direktur Strategic Business Development & Portfolio, Seno Soemadji, mengungkapkan bahwa tujuan jangka panjangnya adalah mengurangi proporsi pendapatan yang dihasilkan oleh Telkomsel. Meskipun kontribusi dari Telkomsel masih diharapkan tetap tinggi, perusahaan ingin memastikan bahwa berbagai sumber pendapatan baru mulai tumbuh dan memberikan kontribusi signifikan.
Pemilihan Infranexia Sebagai Entitas Mandiri untuk Fiber Optik
Pemisahan aset ini dimaksudkan untuk memberikan fokus yang lebih besar kepada pengelolaan infrastruktur fiber optik, yang dianggap perlu untuk mencapai efisiensi dan nilai maksimal. Dengan didirikannya Infranexia, Telkom ingin mengonsolidasikan berbagai aspek bisnis wholesale fiber connectivity.
Direktur Utama Telkom, Dian Siswarini, menekankan pentingnya tata kelola yang baik dan pendekatan bisnis yang terdedikasi dalam membangun nilai di sektor ini. Dia menyatakan bahwa pemisahan ini merupakan langkah strategis yang perlu untuk mengembangkan ekosistem digital yang lebih baik.
Meskipun Infranexia sudah beroperasi, pengakuan resmi sebagai entitas mandiri baru akan dimulai pada 1 Januari 2026. Hal ini memberi waktu bagi perusahaan untuk mempersiapkan segala aspek operasional dan manajerialnya.
Dalam fase pertama pemisahan, sekitar 50 persen dari total aset fiber optik Telkom dipisahkan, yang setara dengan nilai buku sekitar Rp35 triliun. Ini adalah langkah signifikan untuk mengurangi ketergantungan pada Telkomsel.
Seno juga menambahkan bahwa akan ada pengembangan lebih lanjut dari berbagai engine revenue growth yang baru, termasuk dalam sektor data center dan B2B ICT. Ini akan berkontribusi terhadap diversifikasi pendapatan Telkom secara keseluruhan.
Target Pendapatan dan Proyeksi Ke Depan
Pada kuartal III-2025, Telkom mencatatkan pendapatan sebesar Rp109,6 triliun, di mana kontribusi dari Telkomsel mencapai Rp81,3 triliun. Ini merupakan angka yang menunjukkan besarnya ketergantungan pada layanan seluler dalam pendapatan total perusahaan.
Dengan target untuk mengurangi proporsi pendapatan berasal dari Telkomsel, Telkom berencana untuk meningkatkan kontribusi dari segmen-segmen lain. Strategi diversifikasi ini diharapkan dapat memberikan stabilitas finansial dalam jangka panjang, memungkinkan perusahaan untuk lebih fleksibel di tengah persaingan pasar.
Dian Siswarini menyatakan harapan agar kontribusi dari Infranexia dapat mulai bersaing dengan pendapatan dari Telkomsel. Dia percaya bahwa dengan landasan yang kuat, Infranexia dapat memberikan layanan yang lebih efisien dan dapat memenuhi kebutuhan pelanggan secara menyeluruh.
Meningkatnya penggunaan digitalisasi di berbagai sektor industri juga menjadi peluang besar bagi Infranexia untuk memberikan layanan yang lebih inovatif. Dengan berada di posisi yang strategis, Telkom bisa memanfaatkan pertumbuhan di sektor ini.
Pengembangan untuk fase kedua dari pemisahan ini diharapkan berlangsung pada semester pertama 2026. Ini akan menjadi langkah penting untuk mematangkan struktur dan operasional Infranexia sebagai entitas mandiri.
Langkah Strategis Menuju Ekosistem Digital yang Berkelanjutan
Membangun infrastructure yang fleksibel dan efisien merupakan salah satu prioritas utama bagi Telkom dan Infranexia ke depannya. Dengan meningkatnya permintaan untuk layanan digital, pemisahan ini diharapkan dapat membantu Telkom dalam memenuhi kebutuhan pasar yang terus berkembang.
Strategi ini akan membangun kemitraan yang lebih luas antara Telkom dan berbagai perusahaan, baik di dalam maupun luar negeri. Dengan fokus kepada layanan yang lebih baik dan inovatif, Infranexia diharapkan mampu menarik lebih banyak pelanggan.
Selain itu, meningkatkan efisiensi dalam pengelolaan fiber optik diharapkan dapat mendatangkan keuntungan yang lebih baik. Telkom akan terus berupaya untuk menyesuaikan diri dengan tren dan perkembangan teknologi terkini.
Seno juga menambahkan bahwa konektivitas yang diberikan oleh Infranexia diharapkan mampu menjawab tantangan yang dihadapi industri telekomunikasi saat ini, mendorong pertumbuhan yang berkelanjutan. Ini akan membuka cakrawala baru bagi bisnis dan layanan digital yang lebih komprehensif.
Dengan segala inisiatif dan strategi yang dijabarkan, masa depan Telkom dan Infranexia terlihat menjanjikan. Kesuksesan pemisahan aset ini akan menjadi indikator penting untuk langkah-langkah selanjutnya dalam mengembangkan ekosistem digital yang lebih kuat di berbagai sektor industri.













