Dalam upaya beradaptasi dengan perubahan yang cepat di era digital, PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk dan PT Telkom Infrastruktur Indonesia (TIF) telah mengambil langkah penting. Mereka baru saja menandatangani Kesepakatan Pemisahan Bersyarat, yang menandai awal baru dalam transformasi bisnis yang lebih fokus dan efektif.
Pemisahan ini bertujuan untuk meningkatkan nilai aset dan efisiensi operasional, menjadi langkah strategis yang sangat penting di tengah perkembangan teknologi yang pesat. Transformasi ini memungkinkan kedua perusahaan untuk lebih baik dalam melayani kebutuhan konektivitas di seluruh Indonesia.
Kesepakatan ini ditandatangani di Jakarta, dan menandai pemisahan sebagian aset bisnis Wholesale Fiber Connectivity dari Telkom kepada TIF. Melalui langkah ini, Telkom berkomitmen untuk mempercepat pemerataan akses konektivitas yang berkualitas tinggi bagi masyarakat.
Dengan transaksi senilai Rp.35,8 triliun, TIF kini akan mengelola lebih dari 50% total aset infrastruktur jaringan fiber Telkom. Pemisahan ini diharapkan dapat menciptakan peluang pertumbuhan yang lebih baik bagi kedua perusahaan.
Strategi Telkom dalam Mempercepat Transformasi Digital
Transformasi digital menjadi fokus utama dalam strategi bisnis Telkom, yang melihat kebutuhan konektivitas berkapasitas tinggi semakin mendesak. Dalam konteks ini, pemisahan aset menjadi salah satu solusi untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas layanan yang diberikan kepada pelanggan.
Direktur Utama Telkom, Dian Siswarini, menyatakan bahwa keberadaan TIF akan memperkuat posisi Telkom sebagai penyedia infrastruktur digital. Ini tidak hanya akan mendongkrak servis mereka, tetapi juga memperkenalkan inovasi yang lebih baik dalam layanan.
Pemisahan ini juga mencerminkan komitmen Telkom untuk responsif terhadap dinamika industri telekomunikasi global yang terus berubah. Melalui pendekatan ini, perusahaan berupaya menciptakan struktur yang lebih efisien dan terfokus.
Manfaat Pemisahan Aset untuk Para Pemangku Kepentingan
Dengan adanya pemisahan ini, Telkom bertekad untuk memberikan nilai tambah lebih kepada semua pemangku kepentingan. Upaya ini tidak hanya akan menekan biaya operasional, tetapi juga membuka peluang baru untuk kemitraan dan kolaborasi yang menguntungkan.
TIF diharapkan akan beroperasi secara netral dalam menyediakan layanan wholesale fiber connectivity. Hal ini bertujuan untuk memastikan bahwa pelanggan eksternal dan internal TelkomGroup mendapatkan layanan berkualitas tinggi yang sesuai dengan kebutuhan mereka.
Dian menambahkan bahwa keberadaan TIF diharapkan dapat menghadirkan struktur bisnis yang lebih transparan dan kompetitif. Hal ini penting untuk memperkuat daya saing di pasar yang semakin ketat saat ini.
Perbandingan dengan Praktik Global dalam Infrastruktur Telekomunikasi
Langkah strategis Telkom sejalan dengan praktik terbaik di sektor telekomunikasi global. Beberapa operator besar di dunia telah melakukan pemisahan serupa untuk meningkatkan efisiensi dan potensi nilai perusahaan.
Melihat sukses yang diraih oleh perusahaan-perusahaan seperti Telstra dan Telecom Italia, Telkom berupaya mengadopsi strategi yang sudah terbukti efektif di negara lain. Ini merupakan langkah yang tepat untuk menjamin masa depan yang lebih baik bagi perusahaan.
Pemisahan ini diharapkan dapat menciptakan struktur bisnis yang lebih fokus dan transparan. Dengan demikian, TIF bisa lebih optimal dalam menyediakan layanan dan menciptakan inovasi baru yang dibutuhkan oleh industri.
Menyongsong Masa Depan Konektivitas Digital di Indonesia
Pemanfaatan infrastruktur digital yang efisien dan terjangkau menjadi perhatian utama dalam meningkatkan produktivitas serta daya saing ekonomi Indonesia. Telkom melalui pemisahan ini mengambil langkah strategis agar lebih adaptif dengan perubahan yang ada.
Masyarakat diharapkan akan menikmati peningkatan dalam kualitas dan kecepatan layanan konektivitas. Dengan komitmen ini, Telkom berupaya mewujudkan cita-cita pemerataan akses digital di seluruh pelosok negeri.
Keberadaan TIF sebagai entitas yang berdiri sendiri diharapkan mampu mempercepat pengembangan teknologi dan inovasi di sektor telekomunikasi. Hal ini penting untuk menjawab tantangan di era digital yang semakin kompleks.
















