November adalah bulan yang istimewa bagi para pengamat langit. Sejumlah fenomena astronomi menarik akan terjadi, termasuk hujan meteor dan fase-fase unik Bulan yang dipastikan akan menghiasi malam langit.
Pengamatan fenomena ini tidak hanya menyuguhkan keindahan visual, tetapi juga membawa kita lebih dekat kepada alam semesta. Dengan mempersiapkan diri dan memilih lokasi yang tepat, kita dapat menikmati pengalaman yang tak terlupakan.
Dalam artikel ini, kita akan membahas berbagai fenomena langit yang bisa kamu saksikan selama bulan November. Dari hujan meteor Taurids hingga fase Bulan yang mengesankan, semua akan dikupas tuntas.
Puncak Hujan Meteor Taurids yang Mengagumkan
Hujan meteor Taurids akan mencapai puncaknya pada 4-5 November. Fenomena ini dikenal menghasilkan sekitar 5-10 meteor per jam, berlangsung selama beberapa bulan.
Kedua aliran meteor ini berasal dari asteroid dan komet, membuatnya semakin menarik. Untuk pengamat langit, waktu terbaik untuk melihatnya adalah setelah tengah malam di lokasi yang jauh dari pencemaran cahaya.
Selain keindahannya, Taurids juga menampilkan karakter unik, karena meteor ini dapat muncul di mana saja di langit. Sementara itu, cahaya Bulan mungkin akan menghalangi pandangan, namun dengan kesabaran, masih terdapat kesempatan untuk melihat meteor yang terang.
Supermoon yang Memukau di Langit Malam
Fase purnama akan terjadi pada 5 November, tepatnya pukul 20:19 WIB. Bulan purnama ini dikenal sebagai Supermoon, di mana Bulan terlihat lebih besar dan lebih terang dari biasanya.
Keberadaan Supermoon dipengaruhi oleh jarak Bulan yang lebih dekat ke Bumi, menciptakan keindahan luar biasa di malam hari. Selain itu, Bulan purnama ini juga memiliki sejarah yang kaya, seperti dikenal oleh suku-suku asli Amerika sebagai Bulan Berang-berang.
Supermoon ini adalah yang kedua dari tiga Supermoon tahun ini. Dengan langit yang cerah, kamu dapat mengabadikannya melalui foto atau sekadar mengaguminya dengan mata telanjang.
Hujan Meteor Leonids yang Menanti di Tengah Malam
Hujan meteor Leonids akan hadir pada 17-18 November, dengan potensi menghasilkan hingga 15 meteor per jam. Fenomena ini memiliki siklus puncak yang unik, terjadi setiap 33 tahun sekali.
Dengan asal muasal dari debu komet Tempel-Tuttle, Leonids menjadi salah satu hujan meteor yang paling dinanti. Di tahun ini, langit yang gelap dan Bulan sabit tipis akan mendukung pengamatan.
Bagi penggemar astronomi, waktu terbaik untuk melihat Leonids adalah tepat setelah tengah malam. Meteor ini akan berpusat di rasi bintang Leo, tetapi tetap saja, mereka dapat muncul di mana saja di langit.
Micromoon: Saat Bulan Menjauh dari Bumi
Fase Bulan Baru akan terjadi pada 20 November, yang berarti Bulan tidak akan terlihat di langit malam. Fenomena ini dikenal sebagai Micromoon, kebalikan dari Supermoon.
Micromoon terjadi saat Bulan berada di titik terjauhnya dari Bumi, atau apogee. Meskipun Bulan tidak tampak, malam itu menjadi momen yang ideal untuk mengamati objek-objek langit lainnya.
Tanpa cahaya Bulan yang mengganggu, pengamat bisa menyaksikan galaksi dan gugus bintang yang lebih redup. Ini adalah kesempatan bagi astronom amatir untuk mengasah kemampuan mereka.















