Asosiasi Penyelenggara Telekomunikasi Seluruh Indonesia (ATSI) mendorong agar pemerintah segera mereformasi regulasi di sektor telekomunikasi dan ekonomi digital. Reformasi ini dianggap penting untuk menyeimbangkan kewajiban yang dibebankan kepada operator dengan manfaat yang sebenarnya mereka terima dalam industri yang terus berkembang.
Sekretaris Jenderal ATSI, Merza Fachys, menyoroti bahwa ada ketidakseimbangan yang signifikan antara kewajiban dan manfaat yang diterima oleh operator telekomunikasi. Dalam perkembangan industri saat ini, banyak pemain digital baru yang menikmati keuntungan besar tanpa jatuh pada kewajiban yang sama.
Merza juga menekankan pentingnya penerapan prinsip keseimbangan distribusi antara beban regulasi dan keuntungan bisnis untuk menciptakan iklim yang lebih sehat. Dalam analisisnya, saat ini pihak yang mengambil beban regulasi besar justru mendapatkan manfaat yang semakin berkurang.
Pentingnya Regulasi yang Adil dalam Telekomunikasi
Salah satu isu utama yang disampaikan adalah mengenai Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), khususnya terkait dengan Biaya Hak Penggunaan (BHP) frekuensi. Merza menggarisbawahi bahwa penghitungan BHP frekuensi saat ini masih menggunakan parameter yang sudah tidak relevan lagi.
Sejak peraturan menteri ditetapkan pada tahun 2010, nilai atau indeks harga per megahertz yang diterapkan sudah tidak mencerminkan kondisi realitas yang terjadi. Banyak faktor yang perlu ditinjau ulang, terutama karena kini layanan suara bukanlah satu-satunya komponen dominan dalam pendapatan operator.
Menurut Merza, layanan suara sudah semakin tergerus oleh pergeseran ke layanan data, yang lebih diminati oleh konsumen. Oleh karena itu, perlu ada peninjauan mendalam mengenai bagaimana frekuensi digunakan saat ini dan bagaimana formula penghitungan seharusnya diperbarui.
Tantangan di Era Digital dan Keberlanjutan Bisnis
Ia juga menegaskan bahwa industri telekomunikasi telah mengalami banyak perubahan, dan tantangan yang ada harus direspons dengan kebijakan yang adaptif. Keseimbangan antara kewajiban dan manfaat harus diwujudkan agar semua pihak dalam industri dapat bertahan dan berkembang.
Di samping itu, tidak sedikit operator telekomunikasi yang merasa tertekan dengan regulasi yang ada. Jika tidak ada perubahan, dikhawatirkan akan terjadi ketidakadilan yang semakin menjauhkan daya saing di antara para pelaku industri.
Regulasi yang tidak sesuai dengan kondisi pasar dapat mengakibatkan terciptanya ketidakpuasan di kalangan operator, yang pada gilirannya berdampak pada konsumen. Oleh karena itu, ATSI berupaya memberikan masukan supaya pemerintah melakukan evaluasi terhadap regulasi yang ada.
Peran Teknologi dalam Transformasi Industri Telekomunikasi
Menghadapi era digital, operator telekomunikasi harus melakukan inovasi dan beradaptasi dengan cepat. Teknologi baru seperti 5G dan internet of things (IoT) membawa peluang sekaligus tantangan bagi operator.
Penting bagi operator untuk memanfaatkan teknologi ini untuk mengembangkan layanan baru yang lebih relevan. Dengan demikian, mereka tidak hanya bergantung pada layanan suara, tetapi juga dapat menawarkan solusi digital yang lebih bermanfaat bagi pengguna.
Transformasi ini tidak hanya berdampak pada pendapatan operator, tetapi juga pada pengalaman pengguna. Ketika operator berinovasi, konsumen akan mendapatkan manfaat lebih melalui layanan yang lebih cepat dan handal.
Masa Depan Telekomunikasi Indonesia yang Berkelanjutan
Alih-alih hanya berorientasi pada keuntungan jangka pendek, sektor telekomunikasi perlu menempatkan keberlanjutan sebagai salah satu pilar utama strategi bisnisnya. Tanggung jawab sosial dan dampak lingkungan harus menjadi perhatian utama dalam setiap keputusan yang diambil.
Merza menyebut bahwa industri telekomunikasi juga berperan dalam mendukung pembangunan ekonomi digital yang lebih inklusif. Dengan memanfaatkan teknologi secara bijak, sektor ini bisa membantu mengurangi kesenjangan akses antara berbagai lapisan masyarakat.
Pendidikan digital, misalnya, bisa menjadi langkah awal untuk memberdayakan masyarakat dalam memanfaatkan teknologi informasi. Ketika masyarakat teredukasi dengan baik, manfaat teknologi dapat dirasakan secara merata, sehingga menciptakan ekosistem digital yang lebih sehat dan berkelanjutan.















