Kenaikan harga RAM yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir ternyata tidak hanya berdampak pada industri komputer, tetapi juga pada pasar ponsel. Para konsumen yang berencana membeli perangkat baru pada tahun 2026 mungkin akan dihadapkan pada realita harga yang lebih tinggi dan pilihan RAM yang semakin terbatas.
Lonjakan harga ini tidak bisa dipisahkan dari fenomena teknologi kecerdasan buatan (AI) yang mulai merambah ke berbagai sektor. Dengan meningkatnya kebutuhan akan kemampuan komputasi yang lebih tinggi, teknologi penyimpanan pun mengalami perubahan mendasar, yang otomatis mempengaruhi desain dan spesifikasi ponsel masa depan.
Kenaikan Harga RAM: Penyebab dan Dampaknya dalam Sektor Teknologi
Harga RAM global mengalami kenaikan yang sangat drastis, bahkan mencapai dua hingga tiga kali lipat dalam waktu satu tahun terakhir. Meskipun pengguna smartphone tidak membeli RAM secara terpisah seperti pengguna PC, dampak dari kenaikan harga tersebut kini mulai terasa dalam bentuk spesifikasi yang semakin menurun di berbagai lini smartphone.
Penyebab utama kenaikan harga RAM tak terlepas dari meningkatnya permintaan untuk memori yang digunakan dalam aplikasi kecerdasan buatan. Penyedia layanan cloud besar seperti Amazon dan Oracle kini memborong komponen DDR5 untuk memenuhi kebutuhan akan komputasi yang lebih canggih dan berperforma tinggi.
Dengan kemajuan teknologi, server AI modern kini memerlukan RAM hingga beberapa terabyte. Hal ini jelas berbeda dari generasi server sebelumnya yang hanya memakai RAM sekitar 128GB hingga 256GB DDR4. Karena itu, para konsumen PC dan produsen perangkat keras lainnya kini harus bersaing mendapatkan pasokan RAM dengan perusahaan-perusahaan besar di sektor teknologi.
Dampak Pergeseran Produksi dan Fokus pada High Bandwidth Memory
Tekanan pada pasokan RAM semakin meningkat, terutama karena industri kini beralih ke produksi High Bandwidth Memory (HBM), yang merupakan komponen penting dalam kartu grafis AI seperti Nvidia H100 dan GH200. Walaupun HBM diproduksi dari wafer yang sama dengan DDR dan LPDDR, margin keuntungan yang ditawarkan bisa mencapai lima kali lipat.
Sejak tahun 2023, tiga raksasa produsen RAM yaitu Samsung Electronics, SK Hynix, dan Micron Technology yang memegang sekitar 75 persen pasar global, mulai mengeksplorasi kapasitas produksinya ke arah HBM. Hal ini sebagai strategi untuk beradaptasi dengan kebutuhan pasar yang semakin berubah, namun berdampak langsung pada penyusutan pasokan RAM yang dihadapi oleh konsumen.
Keadaan ini diperparah dengan proyek-proyek infrastruktur AI yang terus berkembang. Contohnya, pada Oktober 2025, OpenAI menjalin kerjasama dengan Samsung dan SK Hynix dalam proyek bernama “Stargate”, di mana kebutuhan memorinya diperkirakan mencapai sekitar 900 ribu wafer DRAM setiap bulannya.
Peluang dan Tantangan bagi Produsen Ponsel dan Konsumen
Dengan meningkatnya harga RAM dan penurunan spesifikasi yang mungkin terjadi, produsen ponsel tentu harus berpikir kreatif dalam menawarkan produk baru. Strategi produksi yang efisien dan inovatif menjadi kunci untuk tetap bisa bersaing di pasar yang semakin ketat ini.
Bagi konsumen, situasi ini menuntut mereka untuk lebih memilih dan mempertimbangkan perangkat yang akan dibeli. Dengan spesifikasi yang mungkin kurang optimal, analisis yang lebih mendalam akan dibutuhkan untuk menentukan perangkat yang benar-benar memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Selain itu, konsumen juga harus memikirkan opsi jangka panjang, seperti apakah akan membeli perangkat di tahun-tahun mendatang dengan harga yang lebih tinggi, atau menunggu peluncuran model-model baru yang mungkin menawarkan efisiensi lebih baik. Keputusan ini memerlukan pemikiran yang matang dalam menentukan nilai investasi pada teknologi yang akan digunakan.














