Angga Raka Prabowo mengumumkan statusnya sebagai Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi) meskipun baru dilantik sebagai Kepala Badan Komunikasi Pemerintah. Dia menjelaskan perannya saat ini berfokus pada penguatan komunikasi publik. Dalam menjalankan tugasnya, Angga berupaya untuk menciptakan jembatan yang kuat antara pemerintah dan masyarakat.
Dengan diraihnya jabatan baru ini, Angga berjanji akan meningkatkan efektivitas koordinasi antara berbagai lembaga komunikasi yang ada. Tugas ini dianggap penting, mengingat peran komunikasi yang sangat krusial dalam menyampaikan program-program pemerintah kepada masyarakat.
Pelantikan Angga Raka bersama dengan sejumlah pejabat baru lainnya berlangsung di Istana Kepresidenan pada Rabu (17/9). Di antara mereka terdapat Djamari Chaniago yang baru saja dilantik sebagai Menko Polkam menggantikan posisi sebelumnya.
Perkembangan Terkini dalam Struktur Pemerintahan Indonesia
Di dalam pengambilan sumpah jabatan, terlihat bahwa Presiden Prabowo Subianto memilih untuk memberhentikan sejumlah menteri, termasuk Erick Thohir. Namun, Angga Raka tidak mengalami nasib serupa meskipun mejabat di dua posisi sekaligus. Ini menunjukkan kepercayaan yang tinggi terhadap kapasitasnya dalam menjalankan tugas yang lebih kompleks.
Angga mengungkapkan bahwa Badan Komunikasi Pemerintah bukanlah lembaga baru, melainkan hasil transformasi dari Kantor Komunikasi Kepresidenan (PCO). Perubahan sudut pandang ini bertujuan untuk meningkatkan fungsi koordinasi di antara kementerian dan lembaga.
Selain itu, Angga menyatakan bahwa lembaganya akan memiliki Keputusan Presiden baru yang menunjukkan perubahannya. Ini mencerminkan kebijakan pemerintah untuk terus beradaptasi dalam menghadapi tantangan komunikasi yang dinamis saat ini.
Strategi Angga Raka untuk Meningkatkan Komunikasi Publik
Menurut Angga, tugas utama dari Badan Komunikasi Pemerintah adalah mengoordinasikan dan mengeksekusi komunikasi yang efektif antarkementerian. Hal ini penting untuk memastikan bahwa informasi mengenai program pemerintah dapat tersampaikan dengan baik kepada publik. Keberhasilan komunikasi akan menciptakan keterhubungan yang lebih baik antara pemimpin dan masyarakat.
Angga juga bertekad untuk menjadikan lembaganya sebagai jembatan bagi suara-suara publik yang ada di media. Dengan mendengarkan dan merespons aspirasi masyarakat, komunikasi yang dibangun akan menjadi lebih transparan dan akuntabel.
Dalam visinya, Angga ingin memastikan bahwa semua program kerja Presiden dapat sampai ke telinga masyarakat dengan cara yang jelas dan lugas. Kinerja lembaganya akan dinilai dari seberapa baik mereka dapat mengkomunikasikan informasi tersebut kepada publik.
Pentingnya Koordinasi antara Lembaga dan Masyarakat
Dengan penegasan mengenai fungsi koordinasi ini, Angga menekankan bahwa hubungan antara lembaga pemerintah dan masyarakat harus diperkuat. Dia menyadari bahwa komunikasi bukan hanya sekadar mengirim informasi, tetapi juga menciptakan dialog yang konstruktif. Oleh karena itu, penting bagi lembaganya untuk berkolaborasi dengan media dan publik.
Pada level implementasi, Angga menjelaskan bahwa mereka akan melibatkan berbagai elemen masyarakat dalam menyusun strategi komunikasi. Hal ini bertujuan untuk menghasilkan konten yang tidak hanya akurat, melainkan juga relevan dengan kebutuhan masyarakat.
Angga memperkirakan bahwa efektivitas komunikasi publik akan berkontribusi pada kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah. Dengan demikian, sinergi antara pemerintah dan masyarakat tidak hanya akan menjadi jargon, tetapi juga praktik yang nyata.














