Perkembangan teknologi dalam dunia fotografi ponsel mengalami kemajuan yang sangat signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Inovasi baru terus bermunculan, dari kemampuan zoom periskop hingga pengolahan gambar dengan kecerdasan buatan, mendekati kualitas kamera profesional.
Di antara berbagai inovasi tersebut, sensor kamera berukuran 1 inci muncul sebagai salah satu terobosan yang diharapkan dapat mengubah paradigma fotografi ponsel. Namun, menjelang tahun 2026, keberadaan teknologi ini tampak semakin langka di tangan ponsel pintar kelas atas.
Kendati sensor ini sempat menjadi sorotan utama, kini hanya sedikit produsen yang masih mempertahankannya. Mengingat pesatnya perkembangan teknologi, bagaimana tren ini akan berlanjut dalam beberapa tahun ke depan?
Sensor Kamera 1 Inci: Awal dan Pendorong Evolusi Fotografi Ponsel
Sensor kamera 1 inci dengan resolusi 50MP pertama kali menarik perhatian ketika diluncurkan melalui Xiaomi 12S Ultra pada tahun 2022. Saat itu, banyak pengamat industri menganggapnya sebagai langkah besar dalam evolusi fotografi ponsel.
Setelahnya, beberapa pabrikan seperti Vivo, Oppo, dan Huawei turut menawarkan inovasi serupa, menjadikannya fitur menarik dalam lini flagship mereka. Meskipun terlihat menjanjikan, perkembangan ini tidak berlangsung lama.
Vivo, misalnya, hanya menggunakan sensor ini dalam model X100 Pro, sementara Xiaomi menyematkannya pada Xiaomi 13 Pro. Model-model terbaru di kelas Pro tidak lagi menampilkan sensor 1 inci, termasuk yang terbaru dari Xiaomi.
Meski sensor 1 inci telah semakin langka, beberapa produsen seperti Huawei masih menyediakan dalam seri Pro dan Ultra. Hal ini menunjukkan bahwa sementara teknologi ini masih relevan, penggunaannya semakin terbatas dan eksklusif.
Alasan di Balik Menurunnya Popularitas Sensor 1 Inci
Beberapa faktor dapat menjelaskan mengapa sensor 1 inci tidak lagi menjadi pilihan utama. Salah satunya adalah biaya produksi yang lebih tinggi, yang mungkin mempengaruhi harga akhir ponsel.
Pengguna saat ini cenderung mencari keseimbangan antara harga, fitur, dan kinerja, yang membuat produsen beralih ke teknologi yang mungkin lebih ekonomis. Tren baru dalam desain dan fungsionalitas juga berkontribusi terhadap keputusan ini.
Dalam beberapa kasus, fitur lain seperti powerful zoom dan pemrosesan AI lebih menarik bagi konsumen. Dengan banyaknya alternatif yang muncul, sensor besar tersebut mungkin akan dipandang kurang menarik bagi sebagian besar pengguna.
Walaupun sensor 1 inci tampak gagal menjadi standar baru, para penggemar fotografi ponsel masih menyadari keunggulannya. Namun, bila tidak ada inovasi yang berarti, teknologi ini kemungkinan akan terus meredup.
Keunggulan yang Tetap Dimiliki oleh Sensor 1 Inci
Salah satu keunggulan utama dari sensor kamera berukuran besar adalah kemampuannya untuk menghasilkan efek bokeh yang lebih natural. Hal ini sangat berguna bagi fotografer yang menginginkan hasil yang lebih artistik tanpa bantuan perangkat lunak.
Sensor 1 inci juga lebih mampu mengumpulkan cahaya, yang berkontribusi pada foto yang lebih terang dan rendah noise. Hal ini sangat baik untuk pengambilan gambar di kondisi cahaya rendah, seperti saat malam hari.
Model-model seperti Xiaomi 14 Ultra dan vivo X100 Pro menunjukkan performa yang sangat baik dalam situasi minim cahaya. Bahkan, Vivo juga menawarkan mode astrofotografi genggam berkat kapasitas sensor yang besar ini.
Keberadaan sensor 1 inci memang memberikan keuntungan nyata bagi pengguna yang menghargai kualitas foto. Namun, dengan semakin terbatasnya keberadaannya, pertanyaan yang muncul adalah seberapa lama teknologi ini dapat bertahan di pasar yang cepat berubah.
















