Dalam era yang semakin didorong oleh teknologi, kecerdasan buatan (AI) berkembang pesat dan semakin banyak diadopsi oleh berbagai sektor industri. Salah satu solusi yang sedang meningkat popularitasnya adalah agentic AI, yang diyakini mampu mengubah cara perusahaan beroperasi dan berinovasi dalam menghadapi tantangan modern.
Agentic AI merupakan cabang dari AI generatif yang fokus pada pengelolaan dan eksekusi tindakan melalui agen yang didukung oleh Large Language Model (LLM). Hal ini memungkinkan mesin untuk melakukan interaksi kompleks dengan lingkungan mereka, sehingga memberikan nilai tambah yang signifikan bagi bisnis.
Seiring dengan meningkatnya kebutuhan akan teknologi canggih, banyak perusahaan mulai berinvestasi dalam AI, dengan harapan dapat meningkatkan efisiensi dan produktivitas mereka. Antusiasme terhadap agentic AI di Indonesia menunjukkan tanda-tanda positif, dan ini bisa menjadi peluang besar bagi perkembangan teknologi di tanah air.
Perkembangan Agentic AI dan Dampak terhadap Bisnis di Indonesia
Sektor teknologi informasi di Indonesia sedang mengalami transformasi besar berkat adopsi agentic AI. Berdasarkan riset terbaru, terlihat peningkatan yang signifikan dalam investasi di area ini, mencerminkan minat yang tinggi dari berbagai organisasi. Hal ini menunjukkan bahwa banyak bisnis mulai memahami potensi luar biasa yang ditawarkan oleh teknologi ini.
Satu laporan menyebutkan bahwa hampir 96 persen organisasi di Indonesia berencana untuk meningkatkan investasi mereka dalam AI dalam waktu dekat. Sementara itu, rata-rata proyeksi pertumbuhan untuk belanja AI diperkirakan mencapai 15 persen, yang mencakup berbagai solusi seperti GenAI dan layanan berbasis cloud.
Minat terhadap agentic AI, khususnya, diperkirakan akan meningkat secara signifikan dalam setahun ke depan. Saat ini, sekitar 21 persen perusahaan di Asia Pasifik melaporkan penggunaan yang sudah signifikan, dengan sektor telekomunikasi, kesehatan, dan pemerintahan menjadi yang paling aktif menjajaki teknologi ini.
Meskipun terdapat semangat yang kuat, kesiapan untuk mengadopsi agentic AI pada skala besar masih menjadi tantangan. Data menunjukkan hanya 10 persen organisasi yang merasa benar-benar siap, sementara 41 persen lainnya membutuhkan waktu lebih untuk meningkatkan kesiapan mereka.
Hambatan yang Dihadapi dalam Implementasi Agentic AI
Meskipun potensi agentic AI sangat menjanjikan, terdapat sejumlah hambatan yang masih harus diatasi oleh organisasi. Isu utama yang sering dihadapi termasuk masalah keamanan, tata kelola data, dan kompleksitas integrasi sistem. Hal ini dapat memperlambat proses implementasi yang dibutuhkan untuk memaksimalkan potensi teknologi ini.
Keamanan menjadi fokus penting, terutama bagi perusahaan yang mengelola data sensitif. Mereka perlu memastikan bahwa sistem yang digunakan aman dan dapat memenuhi standar regulasi yang berlaku. Oleh karena itu, tata kelola data yang baik adalah aspek yang tidak bisa diabaikan dalam mengadopsi agentic AI.
Kompleksitas dalam integrasi juga sering menjadi kendala. Banyak organisasi merasa terintimidasi oleh tantangan yang terkait dengan penggabungan teknologi baru dengan sistem yang sudah ada. Ini menuntut adanya perencanaan yang matang dan pendekatan yang sistematis untuk mencapai keberhasilan.
Namun, terlepas dari berbagai tantangan, potensi agentic AI dalam mengubah cara perusahaan bekerja tetap sangat besar. Banyak pemimpin industri percaya bahwa pergeseran ini dapat membawa perubahan fundamental dalam operasional serta strategi bisnis mereka.
Lanskap Inovasi di Indonesia dan Keunggulan Agentic AI
Ketika berbicara mengenai lanskap agentic AI di Indonesia, terdapat beberapa keunggulan yang patut dicatat. Salah satu faktor utama adalah dukungan pemerintah dalam pengembangan sovereign AI, yang diklaim sebagai fondasi penting bagi pertumbuhan teknologi ini. Langkah ini menunjukkan komitmen dalam memajukan ekosistem teknologi di tanah air.
Dalam konteks ini, penting untuk diingat bahwa tidak banyak negara yang melakukan lokalitas fundamental AI seperti yang dilakukan Indonesia. Pendekatan ini memungkinkan pengembangan model bahasa besar yang lebih relevan dengan konteks masyarakat lokal, baik dari segi budaya maupun bahasa.
Hal ini memberikan peluang bagi perusahaan untuk lebih mendalami pasar dan menghasilkan solusi yang lebih adaptif dan sesuai dengan kebutuhan lokal. Kunjungan pemimpin industri ke Indonesia baru-baru ini juga mencerminkan bahwa negara ini memiliki potensi besar dalam bidang ini.
Selama kunjungan tersebut, banyak diskusi yang dilakukan dengan perusahaan besar di Indonesia yang menunjukkan antusiasme tinggi terhadap penerapan AI. Hal ini menjadi sinyal positif bahwa Indonesia siap untuk memasuki era baru dalam teknologi.
Berdasarkan pengamatan, terlihat bahwa minat dan antusiasme dari sektor bisnis di Indonesia terhadap AI sangat tinggi. Ini memberikan keyakinan bahwa pasar AI di Indonesia akan berkembang pesat dan mampu mendorong adopsi teknologi yang lebih luas.













