Siklon Tropis Fengshen yang berada di Laut Cina Selatan kini bergerak dengan kecepatan yang semakin mereda. Masyarakat di sekitar wilayah perairan Indonesia diimbau untuk tetap waspada terhadap dampak yang mungkin ditimbulkan oleh fenomena alam ini.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan bahwa kecepatan angin maksimum dari Siklon Tropis Fengshen mencapai 30 knot atau sekitar 55 km/jam. Dalam 24 jam terakhir, siklon ini mengalami penurunan kecepatan seiring pergerakannya menuju arah barat daya.
BMKG menjelaskan bahwa Siklon Tropis Fengshen sebelumnya merupakan Bibit Siklon Tropis 97W yang terpantau berada di Laut Cina Selatan. Kondisi ini menjadi perhatian karena kecepatan angin maksimum yang sebelumnya kuat kini terus meredup, dan siklon ini diperkirakan akan berkurang dalam 24 jam ke depan.
Dampak Siklon Tropis Fengshen Terhadap Wilayah Perairan
Meski kecepatan angin terus menurun, BMKG memperingatkan bahwa Siklon Tropis Fengshen berpotensi menyebabkan gelombang laut tinggi. Gelombang kategori sedang dengan ketinggian antara 1,25 hingga 2,5 meter dapat terjadi di Laut Natuna Utara dan Selat Karimata bagian utara.
Pentingnya memperhatikan informasi terbaru dari BMKG terhadap siklon tropis ini tak bisa dianggap remeh. Gelombang tinggi dapat membahayakan keselamatan pelayaran dan aktivitas nelayan di kawasan tersebut, mengingat kondisi laut yang ekstrem bisa muncul tiba-tiba.
Sementara itu, keberadaan Bibit Siklon Tropis 97W di wilayah Laut Filipina juga menarik perhatian. Meskipun saat ini peluang untuk berkembang menjadi siklon tropis dalam 24 hingga 72 jam ke depan tergolong rendah, potensi dampak tetap ada dan harus diwaspadai.
Peran BMKG dalam Peringatan Dini
BMKG memiliki peran penting dalam memberikan informasi terkait perubahan cuaca ekstrem seperti siklon tropis. Pemantauan yang terus menerus bertujuan untuk memberikan peringatan dini kepada masyarakat agar bisa melakukan langkah antisipatif.
Selain mengawasi perkembangan siklon, BMKG juga menyediakan data terkait intensitas dan arah gerak siklon. Informasi ini sangat penting bagi sektor perikanan dan pelayaran yang sering beroperasi di wilayah laut yang terpengaruh.
Melalui analisis data cuaca dan iklim, BMKG mampu meramalkan situasi yang bisa terjadi di masa mendatang. Masyarakat diimbau untuk rutin memeriksa pembaruan dari BMKG, terutama ketika ada potensi bencana cuaca yang mendekat.
Strategi Keselamatan di Wilayah Terkena Dampak
Penting bagi masyarakat yang tinggal di kawasan berpotensi terkena dampak siklon tropis untuk mempersiapkan langkah-langkah keselamatan. Penyusunan rencana evakuasi dan pengakuan terhadap tanda-tanda cuaca ekstrem sangat dianjurkan untuk mengurangi risiko.
Dari memastikan kapal nelayan tidak berlayar saat gelombang tinggi hingga menyediakan perlindungan bagi bangunan di sekitar pesisir, semua langkah ini berkontribusi pada keselamatan. Masyarakat harus selalu berkomunikasi untuk berbagi informasi dan mempersiapkan diri menghadapi potensi bencana.
Pendidikan tentang mitigasi risiko bencana juga perlu ditingkatkan di komunitas pesisir. Dengan memahami cara mengatasi dan mengantisipasi dampak bencana, diharapkan masyarakat dapat lebih resilient terhadap fenomena cuaca ekstrem yang mungkin terjadi.















