Banyak keindahan dan kisah lokal yang tersembunyi di berbagai daerah di Indonesia, namun masih sedikit yang diketahui oleh publik. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk berkontribusi dalam memperkenalkan potensi dan pesona daerah masing-masing melalui berbagai cara, salah satunya mengikuti lomba karya kreatif.
Kompetisi dengan tema “Digitalisasi Destinasi Tersembunyi” yang diselenggarakan oleh Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi bertujuan untuk menggali dan mempromosikan keberagaman yang dimiliki oleh Indonesia. Terdapat tiga jenis perlombaan yang ditawarkan, yaitu lomba video, foto, dan inovasi digital.
Bagi yang tertarik untuk berpartisipasi, berbagai informasi mendetail mengenai syarat dan ketentuan lomba dapat diakses melalui sumber yang telah disediakan. Kesempatan ini juga diharapkan dapat membuka jalan bagi kreativitas masyarakat dalam menunjukkan potensi daerah yang selama ini kurang diperhatikan.
Memahami Tema dan Tujuan Kompetisi Digitalisasi Destinasi Tersembunyi
Kompetisi ini tidak hanya berfokus pada kreativitas individu, tetapi juga bertujuan untuk meningkatkan kesadaran tentang potensi hidden gem yang terdapat di pelbagai pelosok tanah air. Dengan mengedepankan tema digitalisasi, diharapkan karya-karya yang dihasilkan mampu menjangkau audiens yang lebih luas melalui platform digital.
Melalui lomba ini, setiap peserta diharapkan dapat menampilkan inovasi yang relevan dengan kearifan lokal serta menyoroti kekayaan budaya Indonesia. Karya terbaik dari perlombaan ini akan mendapatkan penghargaan yang signifikan, berupa uang tunai, sertifikat, dan publikasi di tingkat nasional.
Selain itu, tiga kategori yang diusung dalam lomba—Gotong Royong, Bhinneka Tunggal Ika, dan Merah Putih—memberikan berbagai peluang kepada peserta untuk mengeksplorasi tema yang sesuai dengan nilai-nilai kebangsaan dan kerjasama. Setiap kategori memiliki keunikan tersendiri yang akan menggambarkan kekayaan budaya dan potensi lokal.
Persyaratan dan Ketentuan Perlombaan Video, Foto, dan Inovasi Digital
Pendaftaran dan pengumpulan karya peserta akan dibuka mulai 26 Agustus hingga 31 Oktober 2025. Setiap peserta wajib memperhatikan syarat dan ketentuan yang berlaku untuk memastikan karya yang dikirimkan memenuhi standar yang ditetapkan. Dalam kompetisi ini, sangat penting bagi peserta untuk mengikuti aturan yang ada agar karya mereka bisa dinilai dengan adil.
Untuk lomba video, peserta hanya diperbolehkan mengirimkan satu video dengan durasi 1-5 menit. Video tersebut harus bebas dari produk, jasa, atau merek lain di luar tema yang ditentukan dan mengambil tanggung jawab penuh atas hasil karya yang dihasilkan, termasuk penggunaan properti atau model.
Sementara itu, untuk lomba foto, peserta diminta mengirimkan satu foto cerita yang terdiri dari tiga foto dengan narasi yang menyertainya. Oleh karena itu, penting bagi setiap peserta untuk menyampaikan informasi yang akurat dan menarik agar potensi ceritanya dapat terangkat dengan baik.
Kategori Kompetisi dan Makna di Balik Setiap Kategori
Kategori Gotong Royong mengisyaratkan pentingnya kolaborasi antara peserta dengan komunitas lokal. Peserta yang ingin mengikuti kategori ini harus memiliki KTP yang berbeda dengan lokasi objek wisata dan bekerja sama dengan masyarakat setempat untuk pemanfaatan infrastruktur dari BAKTI.
Sementara itu, kategori Bhinneka Tunggal Ika mengutamakan keberagaman dalam satu provinsi. Peserta dari kategori ini harus berdomisili di provinsi yang sama dengan objek wisata yang diusulkan, sehingga potensi keberagaman bisa terpenuhi dalam satu narasi yang utuh.
Untuk kategori Merah Putih, di sini disoroti semangat persatuan dalam berkarya. Peserta juga diwajibkan berdomisili di kabupaten yang sama dengan objek wisata tersembunyi yang akan diangkat, sehingga dapat menciptakan satu narasi yang harmonis antara karya dan lokasi yang dipromosikan.
Potensi Pariwisata Tersembunyi dan Dukungan terhadap Sektor Digital
Kegiatan ini merupakan bentuk dari dukungan terhadap sektor pariwisata, terutama di wilayah-wilayah yang tertinggal, terdepan, dan terluar di Indonesia. Dengan memanfaatkan apel digital yang ada, diharapkan potensi pariwisata Indonesia yang kurang dikenal dapat terangkat dan menjadi magnet baru bagi wisatawan.
BAKTI berkomitmen untuk menjadikan konektivitas yang lebih baik sebagai pendorong bagi sektor pariwisata lokal. Dengan cara ini, perekonomian masyarakat di daerah tersebut juga dapat meningkat seiring dengan bertumbuhnya sektor wisata.
Pada akhirnya, lomba ini bukan hanya sekadar ajang perlombaan, tetapi juga sebagai sarana untuk memperkuat jalinan komunikasi antar masyarakat serta menjadikan pariwisata sebagai alat untuk mengangkat potensi daerah. Mari tingkatkan partisipasi dan dukung pengenalan budaya serta keindahan alam Indonesia ke mata dunia.















