Warga Desa Jatilaba, Kabupaten Tegal, baru-baru ini dikagetkan oleh penemuan sebuah batu yang diduga merupakan meteor. Penemuan ini terjadi pasca fenomena bola api yang melintas di langit Cirebon, menarik perhatian banyak orang di sekitarnya.
Batu yang beratnya diperkirakan mencapai 3 kilogram ini memiliki warna hitam pekat dan permukaan yang tidak rata, menyerupai bijih besi. Wasroni, seorang warga setempat, menyatakan bahwa ia menemukan benda tersebut pada malam hari setelah fenomena luar angkasa itu terjadi.
Keberadaan batu ini menjadi perbincangan hangat di kalangan warga. Suara dentuman mirip petir yang terdengar sebelum penemuan tersebut semakin menambah rasa ingin tahu masyarakat. Banyak warga yang keluar rumah untuk menyaksikan langit dan mencari tahu sumber suara yang misterius itu.
Bola Api di Langit dan Dentuman yang Mengguncang
Pada malam Minggu, 5 Oktober, suara dentuman keras terdengar di Desa Jatilaba, mengejutkan warga setempat. Wasroni mengungkapkan bahwa suara tersebut tercatat hingga lima kali dan berasal dari arah utara, menyebabkan kaca jendela bergetar.
Sejumlah tetangga, termasuk anaknya, merasa tertarik dan keluar rumah untuk mencari tahu apa yang terjadi. Mereka semua penasaran dengan suara yang tidak biasa tersebut dan ingin menyaksikan fenomena apa yang sedang berlangsung di langit.
Ketika ketidakpastian mulai mereda, terdengar kabar di antara warga bahwa ada benda jatuh di pekarangan Wasroni. Penemuan batu ini pun disaksikan oleh anak laki-laki tetangga yang melihat meteor itu jatuh dengan cahaya menyala.
Pencarian dan Penemuan Batu Diduga Meteor
Setelah mendengar teriakan anak tetangganya, Wasroni dan beberapa orang lainnya segera mencari tahu kebenaran kabar tersebut. Mereka menemukan sebuah lubang di tanah yang membuktikan bahwa sesosok batu telah jatuh dari langit langsung di samping rumah Wasroni.
Waktu mengedipkan mata, mereka mendapati bahwa tanah di sekitar lubang tersebut masih terasa hangat. Hal ini semakin menguatkan dugaan bahwa batu hitam tersebut adalah meteor yang baru saja jatuh.
Saat mendekati batu itu, rasa penasaran terus menggugah warga desa. Wasroni mengatakan bahwa ia akan menyimpan batu tersebut di rumah dan mempertimbangkan untuk menjualnya jika ada kolektor yang tertarik untuk meneliti lebih lanjut.
Konfirmasi dari Pihak Terkait dan Kisah Penemuan
Kepala Desa Jatilaba, Jumadi, juga memberikan tanggapannya tentang penemuan ini. Ia mengonfirmasi bahwa tidak ada pihak dari lembaga seperti LAPAN atau BMKG yang datang untuk menginvestigasi fenomena ini secara resmi.
Penemuan batu ini menimbulkan keingintahuan yang mendalam di kalangan masyarakat. Masyarakat berharap bahwa lembaga yang berwenang segera melakukan pemeriksaan untuk memastikan keaslian batu tersebut.
Warga berharap agar penemuan ini tidak hanya menjadi berita, namun juga berkontribusi pada pemahaman yang lebih baik tentang fenomena luar angkasa. Kunjungan dari para peneliti diharapkan dapat memberikan gambaran jelas tentang apa yang sebenarnya terjadi.
















