Cuaca panas ekstrem sedang melanda berbagai daerah di Indonesia, menimbulkan kekhawatiran bagi masyarakat. Beberapa wilayah tercatat mengalami suhu tinggi yang mencapai 36 derajat Celsius atau lebih dalam beberapa hari terakhir.
Menurut pengamatan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), beberapa lokasi di Indonesia mengalami suhu maksimum berkisar antara 35 hingga 36,6 derajat Celsius pada beberapa tanggal terbaru. Ini menyiratkan fenomena cuaca yang perlu diperhatikan oleh masyarakat dan pemerintah.
Di Stasiun Meteorologi Tardamu di Sabu Raijua, Nusa Tenggara Timur (NTT), suhu tertinggi tercatat 36,6 derajat Celsius. Namun, suhu ekstrem ini tidak hanya terjadi di NTT; berbagai daerah di Pulau Jawa juga merasakan dampaknya.
Fenomena Cuaca Panas di Beberapa Wilayah Indonesia
Cuaca panas tidak hanya dialami di Nusa Tenggara Timur, tapi juga mencakup daerah lain seperti Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur. Data dari BMKG menunjukkan bahwa kondisi ini turut dirasakan di Nusa Tenggara Barat, Kalimantan Tengah, serta Sulawesi Selatan.
BMKG menjelaskan bahwa penyebab utama suhu panas ini adalah pergeseran posisi Matahari menuju sisi selatan. Pergeseran ini berdampak langsung pada pertumbuhan awan hujan yang menjadi langka di wilayah selatan Indonesia.
Deputi Bidang Meteorologi BMKG, menyatakan bahwa kehadiran awan yang lebih sedikit membuat radiasi sinar matahari langsung dapat mencapai permukaan tanah. Hal ini berkontribusi terhadap meningkatnya suhu di berbagai daerah tersebut.
Penyebab Terjadinya Cuaca Panas di Indonesia
Pergeseran Matahari ke selatan merupakan fenomena alami yang sering terjadi. Ini disebabkan oleh revolusi Bumi yang mengelilingi Matahari dengan posisi sumbu rotasi yang miring, sehingga memengaruhi posisi Matahari di langit selama setahun.
Akibat fenomena ini, terlihat jelas bahwa cuaca di bagian selatan Indonesia mengalami peningkatan signifikan dalam radiasi dari sinar Matahari. Minimnya pertumbuhan awan hujan menjadikan cuaca yang seharusnya lebih sejuk menjadi terasa lebih panas.
Sejak bulan September dan seterusnya, kondisi ini dapat terus berlangsung, membawa dampak bagi pola cuaca di tanah air. Masyarakat dicadangkan untuk tetap waspada terhadap kemungkinan dampak dari suhu yang ekstrem.
Daftar Daerah Terkena Dampak Suhu Tinggi
Dalam rangka memberikan informasi kepada publik, berikut adalah daftar sepuluh daerah yang mengalami suhu panas antara 13 dan 14 Oktober. Daftar ini diambil dari catatan resmi BMKG dan menunjukkan besarnya dampak suhu tinggi ini.
1. Stasiun Meteorologi Tardamu (Sabu Raijua, NTT): 36,6 derajat Celsius
2. Stasiun Klimatologi Jawa Tengah (Semarang, Jawa Tengah): 36,2 derajat Celsius
3. Stasiun Meteorologi Kertajati (Majalengka, Jawa Barat): 36,2 derajat Celsius
4. Stasiun Meteorologi Sultan Muhammad Kaharuddin (Sumbawa Besar, NTB): 36,0 derajat Celsius
5. Stasiun Meteorologi Perak (Surabaya, Jawa Timur): 36,0 derajat Celsius
6. Stasiun Meteorologi Maritim Tanjung Emas (Semarang, Jawa Tengah): 35,9 derajat Celsius
7. Stasiun Meteorologi Sultan Muhammad Salahuddin (Bima, NTB): 35,8 derajat Celsius
8. Stasiun Meteorologi Ahmad Yani (Semarang, Jawa Tengah): 35,8 derajat Celsius
9. Stasiun Meteorologi Beringin (Barito Utara, Kalimantan Tengah): 35,6 derajat Celsius
10. Stasiun Meteorologi Sultan Hasanuddin (Maros, Sulawesi Selatan): 35,6 derajat Celsius
Dengan meningkatnya suhu di berbagai wilayah tersebut, diharapkan masyarakat dapat mengambil langkah-langkah pencegahan, seperti menghindari kegiatan luar ruangan pada siang hari dan memastikan kecukupan konsumsi cairan. Kesadaran akan dampak suhu ekstrem ini sangat penting untuk kesehatan dan kesejahteraan masyarakat.















